Masuk

Ingat Saya

IT Sebagai Kampanye Perdamaian Pemuda

 

Oleh: Lukman Hakim. Era globalisasi ini ditandai dengan munculnya beragam alat Infomasi Teknologi yang semakin canggih. Setiap hari inovasi-inovasi IT semakin lengkap, disertai piranti-piranti penunjangnya. Nah di sini pertanyaan saya, sejauh mana selama ini azas kemanfaatan IT dalam upaya perdamaian? Tentu jawabanya pasti sangat kecil atau bahkan belum terlihat. Hal in terjadi karena tidak ada edukasi, dan pengarahan tentang manfaat IT, mengapa harus ada IT, mungkin lebih kerennya meminjam bahsa filsafat, Raison D’etrenya/ alasan keberadaan IT belum mampu dipahami oleh pemuda atau bahkan oleh rakyat kita.

Padahal sangat jelas, bahwa IT sangat menunjang kita dalam upaya perdamaian. Misalnya dengan menggunakan jejaring IT yang tidak terbatas, kita bisa mengkampanyekan ide perdamaian ke seluruh pelosok dunia, sehingga dunia tahu bahwa Indonesia benar-benar negara yang damai. Sehingga kepercayaan dunia terhadap Indonesia tinggi, otomatis di semua sektor kita akan mengalami peningkatan yang signifikan.

Tetapi faktanya anak muda kita masih melihat dan memposisikan IT sebagai satu hal yang mengajarkan tentang kemalasan dan sifat individualis. Coba kita menengok, di tempat-tempat umum, baik stasiun, terminal, bandara, orang semakin sibuk dengan gadgetnya masing masing. Seolah-olah mereka acuh, tidak mau tahu, dengan apa yang yang terjadi di sekitarnya. Sampai ada candaan “yang jauh terasa dekat, yang dekat terasa jauh”. Saya kira ini benar, karena kita sudah terlampau jauh salah dalam menggunakan IT.

Seharusnya di dunia pendidikan kita diajarkan tentang batas usia anak memakai gadget dan azas kemanfaatan IT. Ini sangat mendasar dan penting, biar kita tidak salah terus, dalam memposisikan IT. Semakin Ity canggih semakin dia modern. Tentu ini juga harus ditinjau ulang, modern dalam hal apa dulu. Karena sekarang harga gudjet sangat murah dan gampang dijangkau oleh masyarakat apapun tingkat ekonominya.

Perilaku budaya kita yang cenderung konsumtif, suka up date terhadap barang-barang berbau gadget terbaru. Padahal otaknya masih sangat primitif, tetapi gadgetnya saja yang modern. Tentu fakta ini tidak bisa kita bantah. Ini adalah fakta, bahwa realitas masyarakat kita seperti itu. IT tanpa dibarengi dengan kemampuan otak yang inklusif, merdeka, paham nilai-nilai pancasila dengan baik, hanya akan mendatangkan bencana.

Maka dari itu, kita sebagai pemuda harus sadar bahwa realitas masyarakat kita seperti itu, harus segera disadarkan. Bahwa mereka selama ini sudah terjajah mental dan kharakternya, yang menjadikan mereka bermental malas, individualistik, westernisasi, hedonisme, dan acuh terhadap lingkungan. Tentu ini menjadi sasaran empuk bagi mereka yang ingin menyebarkan paham agama yang keras. Kita harus menangkalnya dengan cerdas. Mari kita gunakan IT sebagai kampanye perdamaian, kita sapa dunia dengan toleran, lembut dan penuh kasih sayang. Itulah inti ajaran semua agama, bahwa cinta kasih itu merupakan manifestasi Tuhan untuk makhluknya.#DamaiDalamSumpahPemuda

Dengan